Meski termasuk fakultas yang sepi peminat, namun Fakultas Peternakan (Fapet) menjadi salah satu incaran industri. Di Fapet Universitas Islam (Unisma) Malang misalnya, mahasiswanya banyak yang diinden dunia usaha. Beberapa waktu lalu, PT Japfa Comfeed menggelar open rekrutmen di kampus Unisma Malang.
“Ada beberapa mahasiswa baru yudisium Februari tapi sudah mendapat kesempatan ikut rekrutmen kerja,“ ungkap Dekan Fapet Unisma, drh Nurul Hamida M.Kes kepada malang post.
Tes seleksi tersebut diikuti sebanyak 20 peserta. Pelaksanan tes bertempat di Kampus Unisma Malang. Rekrutmen ini menunjukan bahwa dunia industri memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap lulusan peternakan .
“Fapet dan termasuk Agrokomplek lainya tidak banyak diminati padahal outputnya jadi rebutan dunia industri,” bebernya.
Kecenderungan pendaftar di perguruan tinggi saat ini berburu fakultas yang bergengsi dan sedang booming. Padahal menurut Nurul jika ingin cepat bekerja justru harusnya memilih fakultas yang lulusanya banyak dibutuhkan di dunia usaha. Bidang peternakan misalnya menjadi salah satu isu sentral yang dihembuskan pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. Karena itu dibutuhkan sarjana-sarjana peternakan yang unggul dan bisa melahirkan inovasi baru.
“Hasil penelusuran alumni kami dapatkan bahwa mayoritas gaji pertama sarjana peternakan industri berkisar antara Rp 2 Juta – Rp 2,5 Juta“, bebernya. hanya saja karena peminat Fapet tidak banyak sehingga kebutuhan dunia usaha dan industri seringkali tidak bisa tercukupi.
Selain menyiapkan sarjana yang siap kerja, Fapet Unisma juga membekali mahasiswanya dengan ketrampilan entrepreneur.
Yaitu dalam rangka pengolahan hasil peternakan menjadi beragam produk misalnya susu pasteurisasi dan telur asap yang sudah dikembangkan di Fapet Unisma.“ selain yang bekerja di industri, alumni kami juga banyak yang berwirausaha”, ujarnya .




