Malang – Tidak salah jika masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur, mempercayakan pendidikan tinggi kepada Universitas Islam Malang (Unisma). Masyarakat Jawa Timur yang mayoritas manut ulama sebagai waratsatul anbiya atau pewaris nabi, memilih Unisma sebagai Perguruan Tinggi (PT) yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LPMNU) dan Lajnah Perguruan Tinggi NU (LPTNU).
Sebagai karya terbaik ulama, Unisma memiliki progress yang besar di semua segmen kehidupan modern, namun tetap konsisten dalam memelihara kultur keberagamaan ala kyai. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Surahmat, M.Si, kepada Malang Post. “Pola pendidikan Unisma seiring dengan yang diharapkan NU, yaitu pengembangan pendidikan yang selalu berasas dan berhaluan ahlussunnah wal jamaah,” tutur Surahmat.
Pembiasaan mahasiswa di Kampus Multikultural tersebut, lanjut Surahmat, sesuai dengan apa yang diajarkan ulama kepada masyarakat. Misalnya, dalam rangka pengembangan lingkungan keagamaan dan pembiasaan keberagamaan ialah penerapan lingkungan pesantren. Adanya Pondok Pesantren Ainul Yaqin dan asrama Ar-Rozi di Lingkungan kampus tersebut, dikatakan Surahmat, bertujuan agar garis komando dari LPMNU dengan mahasiswa senantiasa sejalan. Sehingga, mahasiswa Unisma kokoh mempertahankan tradisi mengadakan kegiatan tahlil, istighosah, serta melakukan kajian kitab klasik.
“Disamping itu, kebijakan yang harus kita lakukan selain meneruskan, mengawetkan, dan menjalankan apa yang diharapkan NU, juga untuk pengembangan PT yang professional,” imbuh Surahmat.
Terkait hal tersebut, ia menegaskan bahwa NU khususnya Unisma harus slalu berpihak kepada rakyat yang butuh pendidikan tinggi berkualitas namun dengan biaya yang tidak mahal. Salah satu cara yang dilakukan Unisma untuk pengembangan ini, selain kurikulum yang didesain untuk menyiapkan pemimpin masa depan, ialah juga dengan menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.
Menurut penuturan Surahmat, saat ini Unisma memiliki 10 profesor dan 50 doktor untuk mendidik mahasiswa. Angka tersebut akan terus bertambah sebab sebanyak 50 magister juga sedang menempuh program doctor. “Jika dilihat dari SDM yang unggul ini, kami optimis Unisma berpotensi untuk terus tumbuh secara professional, meski biaya tetap terjangkau,” imbuhnya.
Terlebih lagi, lanjut Surahmat, semua prodi yang dimiliki Unisma sudah terakreditasi sehingga untuk tahun-tahun selanjutnya, pertumbuhan Unisma diprediksi kuat akan semakin pesat. (ily/nda)




