Universitas
Islam Malang

Noor Shodiq Askandar : KOPERASI IQTISHAD UNISMA

Siapkan Layanan Tabungan Umroh dan Haji

MALANG– Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah (LKMS) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang  (FE -Unisma) menegaskan diri sebagai lembaga keuangan mikro yang mandiri dan layak diperhitungkan. Selain surat izin yang sudah dikantongi pada 9 Mei tahun ini, kepercayaan masyarakat terhadap koperasi dengan nama Koperasi Iqtishad Unisma tersebut sangat tinggi. Terhitung pada tahun ini, Jumlah nasabah pembiayaan tak kurang dari 3.496 orang.

“Untuk pembiayaan jangka panjang, nasabah dapat meminjam maksimal hingga Rp. 50 juta, dan untuk peminjaman jangka pendek, bisa hingga Rp. 100 juta. Peminjam adalah masyarakat di sekitar Unisma, “ujar Dekan FE Unisma, Noor Shodiq Askandar,SE,MM, kepada Malang Post kemarin (3/6/14).

Perbedaanya dengan bank mini yang biasa dimiliki PT lain, lanjut Noor Shodiq, koperasi ini adalah praktik lapangan mandiri, yang mana mahasiswa tidak hanya melakukan analisis tapi juga memberi  pendampingan kepada nasabah. Di Koperasi Iqtishad masyarakat yang meminjam untuk wirausaha akan mendapat pendampingan pengelolaan usaha sehingga yang bersangkutan dapat lebih mudah melunasi pinjaman. Bidang usaha yang dikembangkan dibawah pendampingan FE Unisma, antara ialah engineering, persediaan alat sewa, kuliner, dan internet.

Dengan sistem tersebut, Koperasi  milik LKMS FE Unisma ini banyak dikloning oleh perguruan tinggi , pesantren dan kelompok masyarakat. Sebab, menurut Noor Shodiq, di koperasi tersebut, pengelolaan lebih pada mutual investor relationship yang diwujudkan dengan pendampingan terhadap nasabahnya. Pendampingan ini dilakukan oleh mahasiswa FE Unisma dengan tindakan yang tertulis dalam laporan ke Koperasi.

“Rasulullah SAW memerintah untuk bermuamalah dengan konsep win-win. Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dalam kerjasama, “terang Komisaris PT BPR Nusuma Jawa Timur tersebut.

Sementara itu, Ketua Koperasi Iqtishad Unisma, Jeni Susianti, SE,MM, BKP, menuturkan, dari modal sebesar Rp. 2 juta yang menjadi modal awal koperasi, hingga saat ini omzet yang diputar mencapai Rp. 2 milyar dengan total pembiayaan pertahun sekitar Rp. 12 milyar.

“Saat ini kami sedang menggagas tabungan umroh dan tabungan haji, konsepnya sudah kami matangkan, tinggal menunggu keputusan apakah diizinkan untuk beroperasi mulai tahun atau tidak,”ujar Jeni seraya menutup pembicaraan.

Selain LKMS, FE unisma juga memiliki beberapa lembaga lain seperti lembaga penerbitan, bengkel wirausaha mahasiswa, serta lembaga manajemen konsultasi bisnis yang tahun kemarin dipercaya Kemenag untuk memberi pembinaan pengembangan incubator bisnis untuk PT se-Jatim. Noor Shodiq berharap, keberadaan lembaga-lembaga tersebut tidak hanya digunakan oleh mahasiswa, tapi juga dapat memberi manfaat besar bagi perekonomian masyarakat, terutama masyarakat sekitar Unisma. (ily/adv/oci)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn