Universitas
Islam Malang

PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW: UNISMA BERANGKATKAN 6 DOSEN DAN KARYAWAN UNTUK UMRAH

Malang. Selasa, 22/12/2015, bertempat di Masjid Ainul Yaqin, Universitas Islam Malang (Unisma) menghelat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan melakukan kegiatan pengajian umum, bersama majelis Ad Diba’. Dari tahun ke tahun, Unisma rutin menggelar acara yang ditujukan untuk merefleksi kelahiran serta kehadiran Nabi Muhammad SAW, sebagai pembawa pesan dari Allah SWT untuk ummat manusia, khususnya kaum muslim.

Acara yang dipadati sekitar 2000 hadirin, yang merupakan dosen, karyawan.serta mahasiswa Unisma ini juga berlangsung unik sesuai tradisi, yakni masing-masing hadirin membawa hidangan yang disantap bersama-sama selepas acara pengajian tersebut. Dalam sambutannya, Rektor Unisma menyatakan rasa gembira dan bangganya mengingat masjid Ainul Yaqin dipenuhi oleh civitas akademika Unisma, baik dosen, karyawan, maupun mahasiswa. “Ini menunjukkan civitas akademika Unisma ingin selalu melangkah bersama-sama demi kesuksesan Unisma. Kebersamaan menjadi langkah penting membangun kinerja Unisma yang lebih baik.” Tutur Rektor asal Tuban tersebut.

Dalam kesempatan itu, Rektor juga mengingatkan bahwa sebagai pewaris ajaran Ahlusunnah Waljama’ah (Aswaja), Unisma akan terus melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sesuai ajaran kyai pendahulu dan perintis Unisma. Pada kesempatan tersebut, Rektor Unisma juga memberikan penghargaan berupa enam paket ibadah umrah kepada Dosen dan Karyawan Unisma yang berprestasi. Mereka akan diberangkatkan pada 2016 dengan biaya penuh dari Unisma. Pemberian paket umrah kepada Dosen serta Karyawan beprestasi di lingkungan Unisma juga merupakan kegiatan rutin tahunan. Ke depan, Rektor mengupayakan agar ada jatah umroh untuk mahasiswa dan juga Satpam berprestasi. “Semua akan mendapat giliran sesuai proporsi dan prestasi masing-masing.”Pungkas Rektor.

KH. Marzuki Mustamar, penceramah yang juga pengasuh pondok pesantren terkemuka di kota Malang, menegaskan agar masyarakat tak ragu memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. “Jangan meniru kaum yang berupaya membid’ahkan dan mengkafirkan perayaan ini. Kita ikuti tuntunan Kyai NU, itu saja.” Kata Kyai Marzuki panjang lebar. Ia juga mengingatkan agar umat tak usah risau terhadap gerakan yang berupaya menjelek-jelekkan ajaran NU. “Selalu waspada dan berhati-hati terhadap ajaran baru yang tidak jelas. Maka civitas akademika Unisma harus terus mensyiarkan ajaran Islam yang berhaluan Aswaja. InsyaAllah kita akan dapat mempertahankan NKRI, dan tak akan mudah tercabik-cabik persatuan kita seperti di Timur Tengah sana.” Tegasnya lagi. Ia juga bangga Unisma terus berkomitmen melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahun.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn