
Malang – Sebagai Program Pasca Sarjana (PPS) termudah di Universitas Islam Malang (UNISMA), Prodi Magister Ilmu Adminitrasi (MIA) layak bangga. Setelah tiga tahun, sejak 2011 Prodi ini berdiri, Mei lalu MIA memperolah akreditasi C dengan nilai 290.
Ketua Program Studi (KPS) MIA Drs H Slamet Muchsin MS menuturkan, target MIA tahun ini memang meraih akreditasi sehingga penyelenggaraan pendidikan diakui oleh Dirjen Dikti, untuk diumumkan kepada masyarakat sebagai prodi yang baik.
“Nilai 290 sudah merupakan langkah awal yang baik. Jika sudah melengkapi berkas dan prosedur, langkah selanjutnya kami akan melakukan reakreditasi B,” ujar Slamet.
Untuk itu, lanjut Slamet, mulai saat ini, MIA mulai melakukan persiapan, terutama dalam sumber daya manusia (SDM). Tak hanya kualifikasi akademik yang mana saat ini MIA sudah memiliki dua guru besar dan empat doctor, tapi juga penelitian dan pengabdian masyarakat. Terutama, ujarnya, publikasi di jurnal nasional dan internasional.
Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, ungkapnya, juga perlu adanya peningkatanan kualitas, terutama kurikulum, proses belajar mengajar, sarana dan prasarana, buku ajar, termasuk teknik evaluasinya. Berkaitan dengan menyiapkan MIA Unisma di bidang kurikulum yang di pasarkan, kurikulum di prodi tersebut sudah mengacau dengan ketentuan Dirjen Dikti. Yaitu, Pasca sarjana memuat 72 Sistem Kredit Semester (SKS) yang meliputi 32 SKS muatan mata kuliah dan 40 SKS karya ilmiah.
“Karya ilmiah sendiri rincianya meliputi proposal, seminar, penelitian dan sebagaian yang akan mulai kita terapkan pada akademik 2014/2015 ini. Demikian acuan yang kita rumuskan sebagai langkah meningkatkan kurikulum di MIA Unisma,” jelas Slamet.
Mengenai keberadaan jurnal sebagai salah satu syarat yudisium mahasiswa, Menurut Slamet, MIA Unisma memiliki J-Mail (Jurnal Magister Ilmu Administrasi) untuk publiknya.meski belum terakreditasi, jurnal tersebut sudah dapat digunakan oleh mahasiswa MIA Unisma untuk publikasi jurnal.
Tantangan lain yang akan dihadapi oleh MIA Unisma untuk meraih akreditasi B, menurut Slamet, adalah semakin banyak indicator penilaian akreditasi. Sehingga MIA Unisma harus bener-bener mempersiapkan dengan matang.
“Masing-masing dari tujuh standar, di antaranya ialah standar visi dan misi, standar pamong, rasio mahasiswa, dan dosen, harus terisi sesuai dengan kebutuhan standar ada tantangannya,” tutur Slamet.
Demikian pula mengenai kerja sama dengan pihak luar, menurut slamet, juga tengah di perluas. Termasuk mengadopsi beberapa hal dari Universitas lain. Misalnya dari kunjungan dari Universitas Malasyia beberapa waktu lalu, Slamet mengkaku akan mengadopsi suasana akademik di kampus tersebut. Proses belajar mengajar, modul, sarana prasarana, termasuk pembelajaran digital, akan diadopsi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di MIA Unisma.(ily/adv/oci)




