Universitas
Islam Malang

Ribuan Anak Yatim Bergembira di UNISMA

Wajah bahagia terlihat dari seorang anak usia 12 tahun, Ferdi Hakim Alamsyah. Ditangannya ia memegang seperangkat alat tulis, buku, tas dan uang saku. Ia kemarin terlihat bersama sekitar 1.150 anak yatim dalam acara Peringatan 10 Muharram di Universitas Islam Malang (Unisma). Acara santunan dilaksanakan sore kemarin, (3/11/14) di Masjid Ainul Yaqin.

“Saya senang dengan acara ini. Saya mendapat bantuan alat-alat sekolah dan uang. Semoga Unisma dibalas oleh Allah SWT,” kata peserta anak yatim dari Panti Asuhan Al-Kahfil.

Menurut bocah yang sudah 2 tahun tinggal di panti asuhan ini, ia senang mendapat perhatian karena sudah tidak memiliki bapak. Sebagai siswa kelas 6 di SDN Karang Besuki II, ia membutuhkan bantuan untuk bersekolah.

Sementara itu program santunan untuk 1.000 anak yatim kemarin digelar Unisma dalam perayaan 10 Muharram. Sekitar 1.150 anak yatim di wilayah Malang Raya menjadi target kegiatan rutin tahunan itu. Unisma berharap acara ini membantu kebutuhan anak yatim.

“Kami bersyukur mampu melaksanakan program tahunan di tahun ke-33 ini dengan lancar. Ini adalah tradisi yang dilakukan oleh Rasullullah SAW. Beliau banyak memperhatikan anak yatim. Semoga Unisma dapat berbagi kebahagiaan bersama dengan mereka,” kata Ketua Pelaksana, Prof. Dr. H. Masykuri Bakri, M.Si.

Ia berharap kegiatan ini akan memberi barokah kepada keluarga besar Unisma, semoga Unisma bertambah maju, memberi manfaat kepada banyak pihak dan menjalankan tanggung jawab dan amanah bangsa dengan maksimal. “Saya juga berharap anak-anak yatim ini sebagai penerus bangsa yang bermanfaat, mampu menghadapi persaingan global. Saya berdoa agar mereka menjadi pemimpin yang selamat dunia akhirat,” ujar Pembantu Rektor III ini.

Sebelumnya Unisma mentargetkan 1.000 anak yatim dari Malang Kota, Kabupaten dan Batu. Sejak dua bulan lalu Unisma mempersiapkan kegiatan ini dengan melibatkan keluarga besar Unisma, BUMN dan BUMD. Pihak panitia menjemput bola kepada pihak yang membutuhkan uluran tangan.

Unisma menyantuni anak yatim dengan buku, alat tulis, tas dan uang saku. Santunan alat tulis tersebut sebagai salah satu simbol apresiasi Unisma kepada anak yatim untuk meneruskan jenjang pendidikan hingga taraf setinggi-tingginya. Kepada mahasiswa yatim, Unisma turut memberi beasiswa.

“Acara tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Pada tahun kemarin santunan hanya diberikan kepada anak yatim pada wilayah Kota Malang, sekarang sudah Malang Raya. Tahun depan acara ini kami tingkatkan kuantitas, kualitas dan pemerataan wilayahnya,” ujar Masykuri.

Peserta tahun ini terdaftar melalui kelembagaan yayasan, panti asuhan dan pondok pesantren. Mereka tersebar di Dau, Singosari, Lawang, Janti, Gasek, Tlogomas, Sawojajar dan Kedungkandang

Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Surahmat, M.Si berharap, melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat untuk peduli anak yatim. Menurutnya, 10 Muharram merupakan saat yang baik untuk banyak berbuat baik, terlebih memperhatikan anak yatim. Dan saat ini banyak pihak yang membutuhkan uluran tangan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn