Universitas
Islam Malang

RIBUAN JAMAAH TABLIGH AKBAR

Ribuan Jamaah dibuat ger – geran dalam Tabligh Akbar di Unisma, siang kemarin. Pengajian dalam rangkaian Ulang Tahun ke 16 Jawa Pos Radar Malang kerja bareng Unisma itu menghadirkan tiga kyai kondang, KH.Anwar Zahid, KH.Kholili Pagak, dan Gus Wahid Singosari. Dalam pengajian itu, sejumlah tokoh penting hadir. Di antaranya Wali Kota Malang Moch Anton, Direktur Jawa Pos Malang Kurniawan Muhammad , Rektor Unisma Prof Dr Masykuri Bakri Msi, Dandim Kota Malang Letkol Arm Arya Yudha Setiawan, Asisten Personalia Divisi 2 Kostrad Kolonel Inf Purwito, Ketua GP Ansor Kabupaten Malang Hasan Abadi, perwakilan dari Universitas Islam Negri Malang Dr Sutaman.

Mewakili ceramah, KH Kholili banyak membuat joke-joke segar selama 30 menit di panggung. Panasnya terik Matahari tak mengurangu animo jamaah untuk  mendengarkah tausiah kyai asal Pagak tersebut. Mereka begitu Antusias, sesekali memberikan aplaus dan tawa panjang setiap kali Kholili melepas cerita lucu. Dia mencontohkan zaman sekarang banyak orang yang hanya mengandalkan tampilan wajah saja. Sehingga mereka menggunakan berbagai bahan pemutih. Namun yang diputihkan hanya wajahnya saja, sementara lehernya tidak pakai pemutuh dan tetap hitam.” Jadi ketika dibuka jilbabnya, seperti perempua n yang pakai topeng,” ungkap Kholili yang disambut tawa jamaah. Dalam kesempatan itu, Kholili berpesan, penyakit yang berbahaya saat ini adalah penyakit rohani, bukan penyakit jasmani. “ Iri, dengki, akhlak buruk, itu penyakit Rohani,” ungkap kyai asal Pagak ini.

Agar Rohani dan Jasmani tidak mudah sakit, maka perlu asupan gizi yang baik. Asupan bagi Rohani, lanjud dia, beruba beribadah dan memperbanyak pahala. Nah, untuk menghidupkan suasana, dengan gaya yang aktif, pria yang juga pemilik grup music ini mengajak jamaah melantunkan syairan lagu jawa yang berjudul Eling-Eling Keroto Jowo. “ Eling-Eling Siro Manungso, gelem ora bakal digowo, disalini sandangan putih, yen wes budal ra biso mulih,”

Sementara Gus Wahid dalam Tausiyahnya lebih menekan pada kualitas generasi muda, khususnya mahasiswa. Menurut dia, ditangan pemuda lah, nasib agama dan bangsa ini ditentukan. “Pemuda baik maka masa depan bangsa baik,”urai kyai dengan cirri khas bahasa walika malang ini.Sedang KH Anwar Zahid dengan gaya guyonan khganya mampu membuat jamaahnya trus terpingkal- pingkal. Misalkan saja ketika dia menceritakan ada orang yang bekerja keras tapi hasilnya tidak banyak, contohnya pekerja yang mengangkati batu kali.”Kerjanya sangat keras tapi hasilnya tidak seberapa. Tapi ada yang kerjanya ringan, sama-sama mengangkat batu tapi yang diangkat batu ginjal hasilnya sampai Rp 25 juta,” ungkap alumnus Ponpes APTQ  Sampurna Bungah, Gresik ini.

Selama satu jam Anwar Zahit melemparkan contoh-contoh yang membuat jamnaah tidak berhenti tertawa. Misalkan saja dia mencontohkan gaya azan dan iqomahdari berbagai daerah yang berbeda-beda.Mulai dari azan orang Amerika, Jepang, Bojonegoro, dan Malang.” Kalau disini tidak ada Iqomah , karena tidak ada yang jamaa,” sindir kyai yang kerap jadi trending topic di you tube ini. Dalam pesananya, dia mengngatkan bahwa manusia makhluk yang lebih hebat dari malaikat.Karena diberi akal dan nafsu, sedagkan hewan tidak diberi akal.” Apa pernah dengar Malaikat main bilyard atau ke karaoke. Itu menunjukkan Malaikat itu tidak mempunyai nafsu,” tandas Anwar.

“ Yang luar biasa adalah jika manusia mampu menvariasikan akal dengan keindahan nafsunya, manusia bias lebih hebat dari pada malaikat. Sebaliknya kalau nafsu mengandalkan akal, maka manusia bias lebih bejat daripana binatang.” Imbuh dia. Sementara sebelum pengajian, Wali Kota Malang Moch.Anton mengapresiasi Tabligh Akbar ini. Menurut Anton, acara tersebut merupakan bentuk sinergi yang positif antara Jawa Pos Radar Malang, Unisma, dan Pemkot Malang. “ Keberadaan Radar Malang ini sangat penting membantu mengawasi jalannya pembangunan di Kota Malang. Juga member masukan, kritikan yang membangun yang didasari kenyataan fakta riil dilapangan,” ungkap Anton. Senada Rektor Unisma Prof Dr Masykuri Msi menyatakan,  kegiatan Thabigh Akbar merupakan bukti bahwa Radar Malang sama-sama memiliki visi mencerdaskan bangsa. “ Selama ini Radar Malang hanya dikenal dengan dakwah bil qolam , namun sekarang sudah pula melakukan dahkwa bil lisan,” jelasnya.

Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad menyatakan tujuan gelar Tabligh Akbar. “ Menghadirkan KH Anwar Zahid adalah permintaan masyarakat berusaha kami penuhi sebagai bagian dari syair Islam,” jelas dia

Tujuan lain adalah untuk mendekatkan pejabat dan pemimpin dengan masyarakat lewat forum tersebut. “ Semoga Radar Malang selalu menjadi bagian dan Malang Raya ,” harap Kurniawan Muhammad.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn