Malang. Sabtu, 29 Agustus 2015, Universitas Islam Malang (Unisma) menghelat acara Sarasehan dengan tema “Strategi Pengembangan Tenaga Kerja Indonesia Dalam Menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN.” Sedianya Menteri Ketenagakerjaan RI, Bapak M. Hanif Dhakiri yang akan menyampaikan ceramah ilmiah di hadapan 380 calon wisudawan program Kualifikasi Depag, tetapi beliau berhalangan hadir karena sakit. Selanjutnya, ceramah beliau disampaikan oleh Direktur Standardisasi Kompetensi dan Program Latihan (Stankom Proglat) , Bapak Suhadi.
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si mengungkapkan “Tenaga-tenaga kerja profesional Indonesia sangat sulit untuk masuk ke negara-negara lain, karena itu kita harus mampu menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan ke depan sertifikasi profesi bukan sekedar label semata, tapi juga mempunyai kualitas yang sesuai dengan sertifikasi yang diberikan.”
Direktur Stankom Proglat, Bapak Suhadi, mengingatkan perkembangan dunia yang begitu cepat menyebabkan hubungan antar Negara semakin intens dan saling bergantung satu dengan yang lain, sehingga muncullah globalisasi. Diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean membuat arus Tenaga Kerja Asing (TKA) berdatangan dan mencari peluang kerja di tanah air, pun sebaliknya. Ia berharap agar para calon wisudawan dapat menjadi tenaga kerja yang kompeten dan produktif.
Bapak Suhadi mengungkapkan ada empat strategi yang dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja Indonesia yaitu, penataan regulasi, pengembangan standar kompetensi kerja, penguatan lembaga pendidikan dan pelatihan, serta penguatan sistem sertifikasi. Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia sudah menetapkan kompetensi untuk tiap jenjang pendidikan, yang terdiri dari jenjang satu hingga jenjang 9. Menurut beliau kompetensi saja tidak cukup jika tidak dibekali dengan Attitude atau sikap yang baik bagi calon tenaga kerja Indonesia. “Skill dan knowledge itu mudah dipelajari, namun membentuk manusia modern yang memiliki attitude dan karakter baik itu yang sulit dan menjadi tugas ibu bapak guru di sini,” pungkasnya.




