
HUBUNGAN baik antara Universitas Islam Malang (UNISMA) dengan Kementerian Agama RI menjadikan Unisma sebagai pelopor forum Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Islam (PTIS) di Indonesia.
Forum yang diprakarsai Unisma ini telah dirancang selama dua hari dengan menghadirkan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof.Dr. Eddy Tri Baskoro dan Direktur Pendidikan Islam Kementrian Agama Islam Kementrian Agama RI Prof. Dr. Dede Roysada.
Forum ini, menurut ketua Panitia Prof. Dr. Masykuri Bakri, akan dihadiri sekitar 50 Perguruan Tinggi Islam (PTIS) se-indonesia. Mantan Mentri Agama Tholcha Hasan juga direncanakan hadir dalam forum.
“Disamping pembentukan asosiasi atau forum, kami juga menjadwalkan (Pembahasan) Peningkatan kualitas institusi melalui standar nasional pendidikan tinggi,” ujarnya seusai menyambut kedatangan Manager Market Development University Queensland, Renee Winston.
Prof.Masykuri menjelaskan, ada delapan standar nasional pendidikan tinggi. Diantaranya standar Kompentensi, standar Kelulusan, standar Kurikulum, proses evaluasi penelitian dan pengabdian, dan masalah biaya pendidikan. “Pembentukan (forum) ini merupakan program kerja BKS-PTIS terkait dengan penjaminan mutu untuk akreditasi,” tambahannya.
Prof. Masykuri mengakui, penjaminan mutu ini sebab tuntutan kualitas perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi Islam, semakin kompleks. “Maka standar minimal, yakni standar mutu pendidikan harus terpenuhi,”terangnya.
Acara yang digelar sekaligus jadi ajang silaturahmi itu juga akan membicarakan tentang kebijakan pemerintah yang dapat di terapkan pada Program Pascasarjana yang secara pasti dapat ditindaklanjuti.
“Karena hal ini masih melewati pembentukan, diharapkan berbagai problem terkait dalam kebijakan pemerintah dan problem internal dapat diselesaikan disamping kerjasama antara PTIS semakin erat,”jelasnya.
Pembantu Rektor III Unisma Prof. Dr. Masykuri Bakri memberikan cinderamata kepada Manager Market Development University Of Queensland Renee Winston.
Dengan adanya forum ini, diharapkan komunikasi antara PTIS akan semakin lancar. Kolaborasi antar Program Pascasarjana di lingkungan PTIS juga akan terjalin erat, khususnya dalam hal pemenuhan SDM, pelatihan penulisan jurnal, riset, laboratorium, maupun masalah akreditasi.
Penulisan jurnal Internasional.
Selain itu, Unisma juga akan berkerja sama dengan Queensland University Australia dengan saling mempertukarkan pelajar dengan membantu meningkatkan mutu dosen untuk penulisan jurnal Internasional.
“Sebagai perguruan tinggi berbaris research university, Unisma terus melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri,” ujar pembantu Rektor III Unisma itu. Sebelumnya, Unisma juga telah berkerja sama dengan beberapa universitas di China, Korea dan Thailand.




