Jalin Kerjasama dengan Mitra DUDI Se Indonesia

Unisma melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan dunia usaha dan dunia industri se Indonesia. Sebanyak 35 industri mitra kerja bergabung dalam kerja sama ini. Semuanya melakukan tanda tangan secara serentak. Sebanyak 17 diantaranya bergabung secara luring dan sisanya secara daring.

Dalam MoU kali ini Unisma melibatkan lima fakultas dan Pascasarjana. Antara lain Fakultas Ilmu Administrasi sebanyak tujuh dunia industri, Fakultas Peternakan sebanyak empat industri, Fakultas Pertanian sebanyak 13 industri, Fakultas Hukum sebanyak empat Industri, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak satu industri dan Program Pascasarjana sebanyak enam industri.

Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si mengatakan di era globalisasi semangat kolaborasi menjadi sebuah keniscayaan. Unisma mengambil momentum itu dengan cepat. “Ketika kita ingin berlari dan melompat maka kemitraan sebuah keharusan,” katanya.

Menurutnya, beberapa hal yang perlu dicapai saat ini adalah kreativitas, inovasi dan produktivitas. Ketiganya tidak dapat dicapai maksimal tanpa adanya jejaring yang kuat. Konsep pentahelix dengan melibatkan banyak pihak, harus dilakukan. Bahkan konsep itu kini berkembang pada heksahelix. “Semua perlu kita libatkan, mulai pihak pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media pers,” tuturnya.

Era teknologi informasi bukan lagi zaman untuk menutup-nutupi ilmu pengetahuan. Atau hanya untuk kalangan akademisi saja. Ilmu harus diimplementasikan ke dunia nyata sesuai dengan bidangnya. Termasuk hasil-hasil riset dan penelitian para dosen. Agar tidak hanya menjadi konsep atau wacana yang didiskusikan atau diseminarkan.

Dalam sambutannya, Prof Maskuri menekankan agar MoU Unisma dengan puluhan DUDI tidak hanya formalitas hitam di atas putih. Semangat sinergitas harus dibangun bersama agar ilmu pengetahuan dan pengalaman di dunia nyata sama-sama bermanfaat. “Harus ada tindak lanjut yang konkret setelah pertemuan ini. Harus aksi nyata, tidak sekedar wacana. Sebagai konsep simbiosis mutualisme,” paparnya.

Abdul Aziz sebagai perwakilan dari dunia industri mengungkapkan MoU dengan Unisma merupakan hal yang ditunggu selama ini. Sebab DUDI sangat butuh support dari para akademisi. Banyak permasalahan yang selama ini dialami namun belum menemukan solusi. “Kami menyambut baik program ini untuk sama-sama memberikan yang terbaik,” ujar perwakilan dari Manajemen CV Alam Jaya Organik ini.