Universitas Islam Malang menyelenggarakan Oshika Maba 2021

Universitas Islam Malang menggelar Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (Oshika Maba) 2021/2022. Dari total 4.527 maba Unisma, sebanyak 50 mahasiswa baru hadir secara langsung sebagai perwakilan, Senin (6/9).

Rektor Unisma Prof. Dr. Maskuri, M.Si mengatakan ada yang spesial dalam pelaksanaan Oshika Maba tahun ini. “Karena untuk tahun ini dihadiri oleh Wakil presiden RI dan para pejabat lembaga tertinggi di negeri ini. Ini adalah suatu kehormatan bagi kami,” terang dia.

Selain Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, sejumlah pejabat yang memberikan sambutan dan kuliah umum adalah Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah; Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar; Menkopolhukam Mahfud MD; Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas; Ketua BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dan Menkominfo Johnny Gerard Plate.

Kepada para mahasiswa baru, selain ucapan selamat datang, Prof Maskuri juga menyampaikan sejumlah nasihat penting. Salah satunya soal adaptasi di dunia baru ini. “Masa depan tidak memberi tempat untuk orang yang tidak adaptif terhadap dinamika, harus menyiapkan diri menjadi pembelajar cepat, dedikatif, progresif, tangguh dan bermoral,” tuturnya.

Hal ini dikarenakan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang kini digaungkan, salah satunya soal pertukaran pelajar. “Saudara perlu menyiapkan diri menjadi warga global. Ikutilah kesempatan mobilitas global, dan harus Anda gapai, karena Unisma ada program kredit transfer, student exchange, riset kolaborarif, international conference, international seminar kolaboratif dengan mitra perguruan tinggi dunia untuk menjadi student yang hebat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden RI, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin yang juga hadir secara virtual berpesan kepada para maba untuk memanfaatkan kesempatan berharga sebagai mahasiswa untuk belajar, menimba ilmu dan meraih prestasi terbaik. “Saya berharap mahasiswa baru Unisma dapat menjadi intelektual yang kreatif, inovatif dan kompetitif. Tentu juga harus berwawasan kebangsaan dan mampu menjadi agen perubahan bagi kemajuan bangsa dan negara tercinta,” harap Wakil Presiden RI kepada mahasiswa Unisma.

Menurutnya, kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikan SDM. Karena pendidikan merupakan faktor terpenting dalam mewujudkan bangsa yang bermartabat.